Latest News

Ketentuan Rp25 juta untuk pemohon paspor baru di hapus Ditjen Imigrasi

Ketentuan Rp25 juta untuk pemohon paspor baru di hapus Ditjen Imigrasi. Direktoral Jenderal Imigrasi sudah menghapus ketentuan keberadaan Rp25 juta pada tabungan pemohon paspor untuk keperluan wisata setelah mendapatkan reaksi yang "cenderung negatif" dari berbagai media dan masyarakat.


Ketentuan Rp25 juta untuk pemohon paspor baru di hapus Ditjen Imigrasi



Mulai hari ini Ketentuan Rp25 juta untuk pemohon paspor baru di hapus Ditjen Imigrasi, bagi pemohon paspor dengan tujuan wisata tidak akan ditanya mengenai rekening Rp25 juta, tapi dalam wawancara akan digali lebih dalam untuk memastikan motifnya memang travelling.

Masyarakat sudah salah menilai soal tabungan Rp25 juta sebagai salah satu persyaratan pembuatan paspor. Padahal itu hanya sebagai tools (alat) bagi petugas imigrasi guna memastikan bahwa motif pemohon paspor murni hanya untuk berwisata. Jadi ketentuan Rp25 juta untuk pemohon paspor baru di hapus Ditjen Imigrasi.

Ditjen Imigrasi sudah menghapus ketentuan tentang tabungan Rp25 juta untuk memohon pembuatan paspor baru. Sebelumnya, ketentuan bahwa pemohon paspor baru harus memiliki saldo sebesar Rp25 juta di tabungan demi mencegah tenaga kerja Indonesia (TKI)  non-prosedural dikritik oleh berbagai kalangan, termasuk lembaga Migrant Care.

Ini merupakan sebuah kebijakan yang berbasis pada prasangka dan kecurigaan. Sangat berpotensial memunculkan adanya pelanggaran hak asasi manusia, penyalahgunaan wewenang/kekuasaan, serta praktik suap dan korupsi dalam pengurusan paspor.

Ironisnya, potensi lain yang dapat muncul adalah penjeratan utang terhadap calon TKI yang merupakan salah satu penyebab trafficking.

Angka Rp25 juta muncul dalam surat korespondensi internal Ditjen Imigrasi yang merupakan pedoman teknis bagi petugas imigrasi dalam menerapkan Surat Edaran Direktur Jenderal Imigrasi mengenai tentang Pencegahan TKI non-prosedural, yang telah ditetapkan pada tanggal 24 Februari 2017.

Dengan dibuatnya Surat edaran tersebut dengan tujuan untuk memberi petugas imigrasi kewenangan untuk memberikan persyaratan tambahan bagi pemohon paspor yang mengakui pada saat wawancara bahwa maksudnya pergi ke luar negeri bukan untuk bekerja.

Tertulis dalam surat edaran, jika pemohon mengaku akan melakukan kunjungan keluarga, petugas imigrasi dapat meminta surat undangan dan jaminan serta paspor dari keluarganya di luar negeri.

Ketentuan Rp25 juta pada saldo tabungan sebagai syarat untuk memohon paspor baru awalnya peraturan tersebut dibuat untuk mencegah TKI non-prosedural. Namun, ketentuan itu dikhawatirkan akan membuka potensi suap.

Sedangkan jika mengaku akan menunaikan ibadah umrah atau haji non-kuota, pemohon paspor diwajibkan melampirkan surat rekomendasi dari Kantor Kementerian Agama di kabupaten/kota beserta surat pernyataan dari Perusahaan Penyelenggara Ibadah Haji/Umrah yang menjamin keberangkatan dan kepulangannya ke Indonesia.

Jika pemohon paspor mengaku maksudnya keluar negeri untuk wisata petugas imigrasi akan menggunakan sejumlah teknik dalam wawancara untuk memastikan bahwa si pemohon bukan korban perdagangan manusia atau TKI non-prosedural.

0 Response to "Ketentuan Rp25 juta untuk pemohon paspor baru di hapus Ditjen Imigrasi"