Latest News

Syarat dan Biaya Rp 25 Juta untuk Paspor Khusus Pelancong Tak Berpekerjaan Tetap

Direktorat Jenderal Imigrasi menyebut untuk syarat dan biaya Rp 25 juta untuk paspor khusus pelancong tak berpekerjaan tetap syarat ialah dikeluarkannya rekening koran dengan nominal sebesar Rp 25 juta, nominal tersebut tidak berlaku untuk semua pemohon paspor. Hanya untuk pemohon paspor dari kalangan wisatawan saja yang disyaratkan harus punya rekening Rp 25 juta.


Syarat dan Biaya Rp 25 Juta untuk Paspor Khusus Pelancong Tak Berpekerjaan Tetap


Dengan adanya syarat dan biaya Rp 25 juta untuk paspor khusus pelancong tak berpekerjaan tetap, Kebijakan tersebut sudah berlaku secara nasional. Kedua degan jumlah sebesar Rp 25 juta hanya di peruntukkan bagi pemohon yang motifnya untuk berwisata. Permintaan harus menunjukkan rekening koran pemohon dengan saldo yang sebesar Rp25 juta ini dilakukan hanya untuk mencegah tenaga kerja Indonesia (TKI) non-prosedural. Hal ini telah merujuk pada Surat Edaran Nomor IMI-0277.GR.02.06 Tahun 2017 terkait tentang Pencegahan TKI Nonprosedural atau korban Tindak Penculikan dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Rekening koran sebesar Rp 25 juta itu ditunjukkan hanya jika yang bersangkutan memiliki potensi kuat dalam dugaan akan melakukan TPPO. Syarat dan Biaya Rp 25 Juta untuk Paspor Khusus Pelancong Tak Berpekerjaan Tetap. Sehingga kita akan memastikan bahwa genuine traveller kepada pemohon paspor yang motif kepergiannya itu untuk tujuan wisata.

Agung menegaskan bahwa kewajiban untuk menyertakan rekening koran hanya berlaku bagi orang yang akan melakukan pemohonan paspor untuk tujuan wisata dan berpotensi akan menjadi korban perdagangan manusia. Dia juga mengatakan soal penilaian potensi menjadi korban TPPO itu juga berdasarkan dengan hasil wawancara kepada  petugas Imigrasi.

Dalam teknik wawancara para petugas dibekali kemampuan untuk bisa mendeteksi orang yang akan menjadi korban (TPPO). Jadi hanya orang-orang yang mempunyai motif wisata kemudian hasil wawancara mereka akan diduga kuat menjadi korban.

Potensi seorang pemohon paspor yang menjadi korban perdagangan orang atau tidak, bisa diukur pada saat wawancara. Parameternya adalah dari motif wisata, umur, data diri, hingga bahasa tubuh.

Bukan hanya dari pekerjaan atau usia, menurut penilaian saat wawancara berlangsung dari profiling, mengamati body languange, melakukan verifikasi data, dengan melakukan hal seperti itu petugas bisa menyimpulkan bahwa orang ini adalah genuine traveler atau bukan.

Dia menambahkan aturan yang menyertakan rekening koran tidak berlaku bagi pemohon dengan pekerjaan yang tetap. Jadi, seorang pemohon paspor dengan memiliki tujuan untuk pergi berwisata bisa saja untuk mendapatkan paspornya meski tidak memiliki saldo tabungan sebesar Rp 25 juta. Asalkan, pemohon paspor tersebut memiliki pekerjaan yang tetap. Sedangkan, untuk PNS atau karyawan swasta, TNI/Polri mereka tidak masuk dalam kategori itu.

Agung menjelaskan adanya pemberlakuan aturan tersebut guna menghindari adanya penyalahgunaan izin paspor. Dia mencontohkan kasus yang nyata yang pernah terjadi adalah salah seorang yang bernama Siti Aisyah, seorang wanita yang diduga terlibat pembunuhan kakak tiri yang penguasa Korut, yang berangkat ke Malaysia dengan menggunakan visa wisata.

"hal tersebut dapat dilakukan jika orang permohonan paspor tidak jujur dengan motifnya yang seperti itu yang sudah terjadi dengan Siti Aisyah. Dia bilang dengan motif awalnya berwisata begitu telah memiliki paspor untuk ke Malaysia dia melakukan pekerjaan non prosedural. Jikalau tidak mengikuti prosedur yang sudah ada, ketika itu pun akan terjadi negara sulit untuk melakukan bantuan karena sudah diluar juridiksi Indonesia. Sekarang apakah kita menunggu Siti Aisyah berikutnya.

Selain pemberlakuan rekening koran sejumlah Rp25 juta bagi pemohon paspor wisata, surat rekomendasi juga diberlakukann oleh Imigrasi bagi pemohon paspor yang lainnya. Hal itu untuk memberi perlindungan bagi WNI dan sebagai upaya untuk mengurangi potensi akan terjadinya perdagangan orang.

Modusnya sindikat TPPO yang pertama diantaranya adalah melakukan umrah dan haji, ziarah, tenaga kerja itu sendiri, magang dan berwisata. Khusus untuk calon jamaah haji atau umrah akan dimintakan rekomendasi tambahan mengenai kantor wilayah (kanwil) agama di wilayahnya masing-masing, untuk TKI dari BNP2TKI atau dinas yang terkait lainnya, bagi yang magang tentu program magangnya rekomendasi dari kampus dan khusus yang wisata untuk dapat menunjukkan rekening koran dengan sebesar Rp 25 juta, dan Jika kunjungan keluarga akan dimintakan identitas keluarga yang akan dikunjungi.

0 Response to "Syarat dan Biaya Rp 25 Juta untuk Paspor Khusus Pelancong Tak Berpekerjaan Tetap"