Latest News

Paspor Jenis ini Tak Antre di Bagian Imigrasi

Paspor Jenis ini Tak Antre di Bagian Imigrasi. Sejak tahun 2013 lalu, kantor Imigrasi sudah melayani pembuatan paspor elektronik (e-passport). Pada saat di bandara, bagi yang sudah memiliki e-passport sebagai pemegang paspor ini tidak perlu lagi untuk repot-repot dalam mengantre di bagian Imigrasi.


Paspor Jenis ini Tak Antre di Bagian Imigrasi


"E-paspor itu memberikah kemudahan dalam pelayanan orang dalam pemberangkatan, semacam e-toll pass. Di negara tujuan yang sudah menggunakan auto gate, dia tidak melalui petugas Imigrasi lagi. segala sesuatunya sudah dimudahkan dengan sedemikian rupa. Paspor Jenis ini Tak Antre di Bagian Imigrasi.

Beberapa negara, salah satu bandara yang termasuk ialah di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, telah menggunakan sistem auto gate. Paspor Jenis ini Tak Antre di Bagian Imigrasi. Oleh karena itu, bagi para pemilik paspor elektronik ini dapat langsung melalui system auto gate untuk verifikasi tanpa harus mengantre lagi dalam pemeriksaan paspor yang dilakukan oleh petugas Imigrasi. Sebab, paspor elektronik sudah memiliki cip yang dapat dibaca oleh system auto gate. Dalam cip tersebut sudah tersimpan data pemegang paspor.

Paspor elektronik yang saat ini masih dalam bentuk buku layaknya paspor biasa. Dengan adanya paspor elektronik ini, kata Bambang, dapat memberikan keuntungan sebab paspor tidak bisa untuk dipalsukan dan dengan hal begitu bukan berarti paspor model lama ditarik.

Menurut dia, pemohon hanya diberi kesempatan untuk bisa memilih, apakah hendak membuat paspor biasa dalam bentuk buku atau paspor elektronik dalam bentuk cip. Pilihan tersebut akan ditanyakan oleh petugas saat dilakukannya wawancara. Bila akan membuat paspor elektronik, nantinya petugas disana akan mengeluarkan bukti permohonan pembuatan paspor elektronik.

Bambang menerangkan, dalam pelayanan pembuatan paspor elektronik ini tidak ada beda dengan paspor biasa, yakni memakan waktu yang cukup lama dengan estimasi waktu antara tiga sampai lima hari kerja. Untuk masalah biaya yang akan dikeluarkan, paspor elektronik memang terbilang lebih mahal disbanding paspor biasa. Bila untuk pembuatan paspor biasa dengan menghabiskan biaya hanya sekitar Rp 360.000, sedangkan biaya pembuatan paspor elektronik sekitar Rp 660.000. “Kami mengakui, untuk pelayanan paspor memang ada kenaikan dibanding dulu yang hanya membutuhkan biaya sekitar Rp 200.000 dan untuk paspor elektronik memang membutuhkan biaya yang lebih mahal.

Pelayanan elektronik paspor sangat berbeda dengan pelayanan pembuatan paspor dengan sistem online. Bambang menjelaskan kembali, sistem online dalam pembuatan paspor ada pada di tahap pendaftaran, yakni untuk memudahkan dalam mengisi data pribadi. Pendaftaran dengan cara mengisi di laman Ditjen Imigrasi Indonesia, di www.imigrasi.go.id.

Jadi, nanti pemohon bisa datang ke kantor Imigrasi hanya tinggal memverifikasi data. Lalu setelah mengisi data pribadi pada situs web tersebut, Bambang berkata, pemohon dapat mendatangi langsung ke kantor Imigrasi mana pun, tidak harus sesuai dengan daerah asalnya masing-masing tinggal. Sekarang sistemnya itu sudah bisa membuat paspor tidak sesuai dengan wilayah di tempat dia tinggal.

Dengan sistem ini pula, lanjutnya, pemohon paspor hanya dengan dua kali mendatangi kantor Imigrasi. Pertama, pada saat melakukan verifikasi data dan selanjutnya pengambilan paspor yang telah diterbitkan. Saat kedatangan pemohon datang untuk melakukan verifikasi data, jelas Bambang, dia akan dilayani dengan menggunakan cara one stop service (OSS), yakni pelayanan Satu Meja. Menurutnya, pelayanan ini sangat memudahkan lantaran memangkas tahapan pelayanan yang terlalu berbelit-belit.

Dengan OSS itu, kalau dahulu rangkaian untuk membuat paspor harus melalui 12 tahapan dan hanya dilayani oleh satu petugas saja. Pemohon akan melakukan penerimaan verifikasi data, melakukan wawancara, hingga sesi foto pada satu petugas. Adapun pelayanan tersebut sudah berlaku sejak 27 Januari 2014.

0 Response to "Paspor Jenis ini Tak Antre di Bagian Imigrasi"