Latest News

Kisah Paspor Pertama Indonesia, Siapa Gerangan Pemiliknya?

Kisah paspor pertama Indonesia, siapa gerangan pemiliknya?. Kalau ingin bepergian ke luar negeri, setidaknya ke negara-negara sahabat yang sudah memiliki perjanjian meniadakan visa, kita hanya membutuhkan paspor. Paspor yang “bertindak” sebagai identitas pengenal kita yang merupakan pengganti kartu tanda penduduk (KTP) di negeri orang.


Kisah Paspor Pertama Indonesia, Siapa Gerangan Pemiliknya?


Konon, paspor itu sendiri sudah eksis sejak tahun 450 SM, meski belum berbentuk sebuah dokumen seperti saat ini. Nah kalau pencipta paspor untuk sebagai “alat” identitas yang kita kenal sekarang, penciptanya itu adalah Raja Henry V asal Inggris. lalu Kisah Paspor Pertama Indonesia, Siapa Gerangan Pemiliknya?. Pasti kita baru tersadar, "iya yah..siapa pelaku pertama pemilik pertama paspor Indonesia?"

Paspor mulai ramai digunakan sejak pada abad ke-19 dan penambahan menggunakan foto dalam paspor, baru eksis di abad ke-20 semenjak sudah meluasnya fotografi. Dan pada tahun 1920, telah digelar sebuah konferensi dengan sejumlah negara tentang paspor dan tiket masuk antarnegara. Di situlah baru mulai adanya kewajiban bahwa setiap orang yang akan bepergian jauh ke negara lain, diwajibkan untuk memilki paspor sebagai identitas. Tapi Anda penasaran atau tidak, kisah paspor pertama Indonesia, Siapa Gerangan Pemiliknya?

Baiklah, dari berbagai sumber yang didapat ternyata ada dua versi tentang siapa pemilik paspor yang pertama kali ialah Indonesia pasca menyatakan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945.

1. Paspor Atas Nama Minarsih Wiranatakoesoemah

Bersumber dari buku ‘Sjahrir: Peran Besar Bung Kecil’, disebutkan bahwa pemilik paspor RI yang pertama adalah seorang ibu muda yang berusia 24 tahun, Minarsih Wiranatakoesoemah. Dia merupakan istri dari Soedarpo Sastrosatomo, seorang asisten Sutan Sjahrir yang biasa menangani pers asing.

Dikisahkan, bahwa Minarsih pada media 1948, Minarsih diminta suaminya untuk menyusul ke Negara New York, Amerika Serikat (AS), saat Soedarpo ikut dengan Sjahrir ke Sidang Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB), tepatnya pada bulan Mei 1948.

Tapi untuk bisa berangkat dan melintas ke berbagai negara yang jadi tempat transit pesawat itu, Sjahrir memunculkan sebuah inisiatif agar keberangkatannya tersebut disertai dengan identitas kenegaraan Indonesia yang berupa paspor. Sejalan dengan upaya seorang Sjahrir yang ingin terus mendapatkan ketegasan kedaulatan Indonesia dari negara-negara lain.

Paspor atas nama Minarsih itu pun telah dirilis pada 8 September 1948 dengan ditandatangani oleh Sekjen Kementerian Luar Negeri yakni Soerjotjondro. Bentuk paspornya itu sudah serupa dengan paspor yang sudah dikeluarkan keimigrasian sekarang.

Yakni sudah berbentuk buku kecil dengan tebal 48 halaman dan berlaku hanya selama tiga tahun. Paspor itu sangat berguna dan menegaskan kembali soal kedaulatan Indonesia di kota-kota negara lain yang menjadi tempat transit Pesawat KLM yang ditumpangi oleh Minarsih, seperti Bangkok (Thailand), Kairo (Mesir) dan Karachi (Pakistan).

Akan tetapi Minarsih juga membawa paspor Hindia Belandanya yang akan digunakannya saat landing di Bandara Schiphol, Amsterdam, Belanda. Bandara terakhir dia akan transit sebelum mencapai ke New York, AS.

2. Paspor Atas Nama Fransisca Fanggidaej

Namun sepertinya jangan buru-buru dalam menilai bahwa paspor milik Minarsih di atas ialah merupakan paspor pertama Indonesia. Karena ada sumber lain yang mengatakan, bahwa sebelum Minarsih, sedianya disebutkan ada orang Indonesia lain yang berpergian ke luar negeri dengan menggunakan paspor Indonesia pula, yakni paspor atas nama Francisca C Fanggidaej.

Dikisahkan dalam buku ‘Memoar Perempuan Revolusioner: Francisca C Fanggidaej’, yang merupakan seorang anggota Pesindo, Francisca Fanggidaej telah diutus untuk menhikuti acara Kongres World Federation of Democratic Youths di New Delhi, India. Bersama dengan beberapa anggota delegasi yang lain, Sisca Fanggidaej melakukan penerbangan dari Maguwo, asal Yogyakarta pada 20 Juli 1947.

Tapi sebelum melakukan penerbangan, Sisca juga dibekali paspor yang hanya berupa sehelai kertas merang. Memang tidak ada tulisan “Passport” atau “Paspor” di kertas tersebut. melainkan hanya terdapat tulisan “To whom it may concern” (Ditujukan kepada yang berkepentingan).

Selembar kertas merang yang berwarna kuning itu diberikan padanya sebelum akan berangkat dengan menggunakan pesawat pribadi seorang India yang pro-Republik, dengan ditandatangani Perdana oleh Menteri kedua Indonesia Amir Sjarifuddin.

“Kertas merang tersebut sudah ditandatangani Bung Amir, lalu diberikan langsung kepadaku. Itulah paspor pertama yang pernah dikeluarkan oleh Republik Indonesia (RI),” ungkap Sisca dalam memoarnya tersebut.

0 Response to "Kisah Paspor Pertama Indonesia, Siapa Gerangan Pemiliknya?"