Latest News

Penerbitan Paspor Imigrasi Karawang Diperketat

Penerbitan paspor imigrasi Karawang diperketat. Kantor Imigrasi Kelas II A Kabupaten Karawang, melakukan perketat keluarkan paspor untuk masyarakat. Pasalnya, diduga telah banyak warga yang akan menyalahgunakan paspor tersebut. Dengan penyalahgunaan tersebut, sudah banyak modusnya. Salah satunya, pemohon paspor memanfaatkan paspor dengan alasan untuk menunaikan ibadah haji dan umroh tetapi pada kenyataannya mereka justru menjadi TKI ilegal.


Penerbitan Paspor Imigrasi Karawang Diperketat


Kepala Kantor Imigrasi Kelas II A Kabupaten Karawang yakni, Johanes Fanny Satriacahya Aprianto, menjelakan, Penerbitan paspor imigrasi Karawang diperketat. Hingga saat ini pihaknya telah menolak 25 permohonan paspor. Penolakan tersebut terjadi, bukannya tidak tanpa alasan. Sebab, saat dikroscek langsung ke instansi yang bersangkutan, terdapat 25 identitas pemohon paspor itu telah dipalsukan.

"Ada yang menggunakan cara dengan dipalsukan nama dan tanggal lahirnya. Bahkan, KTP yang mereka gunakan pun merupakan tidak asli/palsu," terang Fanny. Salah satunya, ada juga pemohon paspor di Karawang, tetapi mereka asal warga luar Pulau Jawa. Setelah dicek langsung ke instansi yang mengeluarkan KTP, ternyata KTP tersebut palsu. Dengan begitu, pihaknya akan lebih berhati-hati lagi dalam mengeluarkan paspor. inilah alasan penerbitan paspor imigrasi Karawang diperketat.

Menurut Fanny, penyalahgunaan paspor ini biasanya berpotensi terhadap terjadinya TKI non-prosedural. Apalagi, sampai saat ini masih banyak modus yang dilakukan oleh masyarakat untuk bisa bekerja jadi TKI. Tetapi, mereka tidak ingin menempuh prosedur yang berlaku sebagaimana seharusnya.

Modusnya itu, dengan cara berpura-pura menjadi calon jamaah umrah atau haji, travelling dan menengok keluarga di luar negeri. Bahkan, baru-baru ini ada warga yang telah mengaku sebagai majikan dan pembantu, lalu majikannya itu memohonkan paspor untuk pembantunya yang akan dibawa untuk jalan-jalan ke Singapura.

"Ternyata setelah kita kroscek kembali ke lapangan, tidak terdapat nama majikan dan pembantu tersebut," ujarnya. 

Selain itu, jika terus berlanjut penyalahgunaan paspor ini bisa menimbulkan terjadinya tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Pasalnya, TKI ilegal ini akan sangat mudah untuk menjadi korban di negeri orang. Pelaku bisa melakukan semaunya dan Mereka bisa dianiaya, dibunuh, diperkosa, upahnya tidak dibayarkan, dijual menjadi pelacur, bahkan sampai menjadi korban perdagangan organ manusia.

Makanya, setiap imigrasi akan melakukan pengetatan pembuatan papsor. saat ini Imigrasi menggandeng seluruh elemen masyarakat, mulai dari Kemenag, Dinasker, kepolisian, kejaksaan, TNI sampai kepada pengelola biro perjalanan haji dan umrah, untuk menyosialisasikan mengenai TPPO. Dengan cara begitu, ketika mereka akan memohonkan paspor, maka kartu identitas yang dikeluarkan negara itu harus dipergunakan dengan sesuai peruntukannya. "Jangan sampai paspor yang di dapat disalahgunakan," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP3TKI) Provinsi Jabar yakni, Delta, mengaku bahwa, sampai saat ini sudah ada tujuh pelaku TPPO yang masih menjalankan proses hukum. Ketujuh pelaku tersebut, mayoritas kaum wanita. Mereka itu merupakan sponsor yang akan mencari tenaga kerja untuk dijual kembali ke pasar gelap internasional. "Salah satu pelakunya itu adalah berasal dari Purwakarta sedangkan Kalau dari Karawang belum ada," jelasnya.

0 Response to "Penerbitan Paspor Imigrasi Karawang Diperketat"